Jumat, 01 November 2013

Siswa Melompat Dari Lantai 30

Seorang siswa SD di China tewas seketika setelah melompat dari lantai 30 apartemennya di Chengdu. Diduga, aksi nekatnya ini adalah perintah dari gurunya yang menghukumnya karena membuat gaduh di kelas.

Diberitakan News.com.au yang mengutip China National Radio (CNR), Kamis 31 Oktober 2013, siswa kelas lima SD ini awalnya diperintahkan menulis 1.000 kali permintaan maaf karena ribut di kelas. Bocah 10 tahun yang tidak disebutkan namanya ini mengaku tidak sanggup.

Kerabat dan tetangganya mengatakan, gurunya lantas memerintahkannya melompat dari jendela karena tidak mampu menjalankan perintahnya. Di salah satu buku tulisnya dia menulis, "Guru, saya tidak bisa. Saya kaget setiap kali coba lompat dari gedung."

Tubuh bocah ini lumat setelah menghantam aspal keras di tempat parkiran. Dia melompat dari lantai 30, tempat keluarganya tinggal.

Keluarga dan kerabatnya yang marah mengajukan protes dengan memasang poster di depan sekolah. "Guru memaksa anak kami lompat dari gedung," bunyi poster itu.

Kasus ini kini tengah diselidiki oleh kepolisian di distrik Jinjiang. Petugas menolak untuk berkomentar.

Pihak sekolah mengatakan dalam akun resmi Weibo mereka, bahwa bocah itu dan beberapa kawannya dihukum menulis karena menganggu sebuah kompetisi pidato. Namun, mereka membantah bahwa guru memerintahkan bocah itu melompat.

"Dia meninggal karena kecelakaan," ujar mereka.

Jumat, 27 September 2013

Ahok Bongkar Bangunan

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Purnama, memerintahkan Walikota Jakarta Pusat untuk membongkar bangunan yang berdiri di atas saluran air. Menurutnya, bangunan di atas saluran air menjadi penyebab banjir.

Berbicara di Balaikota, Jumat 27 September 2013, pria yang akrab disapa Ahok ini mengatakan bahwa prioritas utama adalah kawasan Tanah Abang.

"Bangunan itu salah peruntukan, karena di atas saluran air. Itu sebabnya Tanah Abang sering sekali tergenang. Makanya bangunannya mau kita runtuhkan," katanya di Balaikota, Jumat 27 September 2013.

Ahok menjelaskan penertiban ini, akan dilakukan secara bertahap dan dikordinasikan Walikota. "Saya mau perintahkan Walikota Jakarta Pusat yang mengatur. Proses bertahap nanti dia yang atur," ujarnya.

Mantan Bupati Belitung Timur ini mengancam warga pemilik bangunan yang tidak mau ditertibkan. Dia telah menyiapkan sanksi berupa denda sesuai nilai pajak.

"Bisa kejar pajaknya. Kalau sewakan barang kan kena pajak 5 persen. Kalau mengaku sudah puluhan tahun sewa ya kami tagih pajaknya. Bisa habis kekayaan dia. Kalau baik-baik ya kami ampuni, anda harus bongkar. Tapi kalau ngotot ya kami tangkap," ujarnya.

Pembongkaran ini bagian dari upaya pengendalian banjir Jakarta. Dari data Dinas Pekerjaan Umum ada 884 saluran penghubung serta 18 saluran makro yang harus diawasi sebagai pengendalian banjir. Ini terhubung dengan 13 sungai utama dan 40 waduk serta situ yang ada disekitar Jakarta.