IDwebhost.com Trend Hosting Indonesia -> Modus tengkulak masih terus menghantui para petani di Kecamatan Muara Telang,Banyuasin.Para petani mengaku tidak mampu mendistribusikan hasil panennya ke luar kecamatan akibat akses jalan yang terlalu jauh.
Kepala Desa (Kades) Sumber Hidup Kecamatan Muara Telang Supeno menuturkan, para petani di desanya tidak memiliki nilai tawar dalam menjual hasil panen ke luar kecamatan. Hal itu disebabkan akses jalan Kecamatan Muara Telang dan Tanjung Lago tak kunjung dibangun pemerintah kabupaten. “Kami sangat menyesalkan karena setiap panen, petani tidak mampu memengaruhi harga. Harga panen langsung jatuh dan murah. Apalagi, beberapa petani sudah berutang dahulu kepada tengkulak. Alhasil,setiap panen,petani tetap saja merugi,” ungkap Supeno, Sabtu (25/12). Jika pun petani tidak terlibat dengan tengkulak di awal tanam, saat panen hasil tetap saja dibeli para tengkulak.
Sebab,hanya para pengumpul dan tengkulak yang mampu membawa hasil panen tersebut ke luar Kecamatan Muara Telang. “Akses jalan penghubung antarkecamatan lain, misalnya Kecamatan Tanjung Lago,tidak juga direspons Pemkab. Jadinya, petani banyak yang memilih menjual dengan pemborong dan tengkulak di dalam desa.Tentunya, harga jual akan sangat murah,”ungkapnya. Padahal,jika akses jalan sudah dibangun,tentu petani di Muara Telang dapat lebih memilih pasar dalam menjual hasil panen.“Sekarang, jika panen,para petani masih terus merugi.Apalagi, jika harga pupuk tinggi, penghasilan petani menjadi sangat rendah,” tukas Supeno. Anggota Komisi II DPRD Banyuasin Sukardi menilai keresahan petani di Kecamatan Muara Telang juga dialami petani di kecamatan sentra penghasil pangan lainnya di Banyuasin.
Minimnya akses transportasi,terutama transportasi jalur darat menuju daerah penghasil beras, mengakibatkan pola distribusi beras tak menguntungkan petani. “Infrastruktur transportasi yang tidak mendukung membuat hasil panen menjadi sangat mahal untuk distribusikan ke luar daerah. Jadi, petani hanya memiliki pilihan untuk menjual hasil panen di dalam kecamatan,yakni kepada pemilik modal (tengkulak), tentunya dengan harga yang lebih rendah,”tutur dia. Sebelumnya,Bupati Banyuasin Amiruddin Inoed mengakui jika praktik tengkulak masih banyak terjadi di Banyuasin.
“Selain perbaikan jalan, dermaga, dan jembatan, Pemkab akan mengucurkan bantuan modal guna merangsang hidupnya ekonomi masyarakat.
Harga Tiket Peswat Untuk Lebaran Naik 200 Persen
7 tahun yang lalu
0 komentar:
Posting Komentar